Saturday, January 31, 2015

The Yellow Jungle : PAS #4

Kalau PAS #3 gue menceritakan tentang seseorang yang (dari awal sudah) gue sukai, maka sekarang gue akan menceritakan tentang orang yang harus melalui suatu proses sebelum gue sukai.

Siapa lagi kalau bukan mentor gue. Atau yang biasa gue sebut sebagai K oppa.

Seperti yang pernah gue ceritakan juga sebelumnya, pemilihan mentor ini dilakukan secara random melalui pemilihan barang-barang punya mereka. Dan gue sebagai orang terakhir yang memilih mendapatkan sebuah dompet kulit berwarna coklat milik K oppa.

Sebuah pertemuan yang diawali dari sebuah dompet. 

Ya, pertemuan itu ada banyak macamnya. Kalau di novel dan FTV, 2 orang saling bertemu lewat tabrakan dimana nanti ceweknya yang biasanya sedang membawa buku, semua bukunya akan terjatuh dan cowoknya bantuin mungutin, kemudian tangan mereka tidak sengaja saling bersentuhan, mata mereka saling bertemu, mereka jatuh cinta, terus mereka nikah, cowoknya selingkuh, mereka cerai dan rebutan harta gono-gini.

Biasanya begitu.

Tapi pertemuan gue lewat sebuah dompet coklat yang ternyata membawa berbagai cerita manis pahitnya bertemu dan berteman dengan orang Korea. 

Ah, kenapa awalnya saja sudah melankolis gini sih.


ANYWAY IT'S GONNA BE A LONG POST. YOU HAVE BEEN WARNED.

Thursday, January 29, 2015

The Yellow Jungle : PAS #3

Assalamualaikum wr wb, saudara sebangsa dan setanah air. Bagaimana liburan anda sekalian? Yang jomblo ga ada temen dan tetep di rumah, apa kabar? Yang ga jomblo dan tetep di rumah juga apa kabar? Alhamdulillah, saya sebagai orang yang jomblo, punya teman (baca : laptop) dan tetap di rumah baik-baik saja.

Di sini gue mau ngelanjutin cerita cinta  tentang kegiatan PAS. Kalau ada yang sadar (tapi sepertinya tidak) post terakhir gue bisa dibilang cukup singkat dan hanya berisi gambar-gambar. To be very honest, saat nulis post itu mood gue sedang berada di level cukup rendah karena banyak peristiwa yang cukup tidak meng-enak-an di PAS.

Tapi sekarang kita lupakan sejenak peristiwa-peristiwa tidak menyenangkan itu dan mari gue ceritakan tentang sesuatu yang lain.

Tuesday, January 27, 2015

The Yellow Jungle : PAS #2

(( I will not describe the whole activites in details. Just a glimpse. ))

Masih awkward.

Bener-bener awkward.

Sebenernya K oppa orangnya baik. Dia bersedia menjawab semua pertanyaan dari kita. Dengan Bahasa Korea tentunya. 

Dan kita terkadang tetep ga ngerti tentunya.

Kasian juga lama-lama, dia pasti capek menghadapi kita yang lemot banget ini, ga ngerti-ngerti sama apa yang dia omongin. Ada kalanya disaat dia udah nyerah sama kita di tengah-tengah penjelasan yang dibuat, dia bakalan memasang muka frustasi sambil geleng-geleng kepala bilang, "Aaah 몰라 몰라 ( ga tahu, ga tahu)".


Ternyata orang Korea cepat menyerah.


Atau cuma dia?

Monday, January 19, 2015

Ada Yang Lagi Ulang Tahun

Dan namanya Nadia Adella.

Selamat ulang tahun ya, mz. Kamu sudah berumur 19 tahun sekarang. Umur di ujung tanduk tuh, karena sebentar lagi kamu mau kepala 2 berarti.

Sebelumnya, mau ngucapin terimakasih dulu sama orangtuanya Adella, terutama ibunya, karena udah mau ngelahirin anak macam dia. 

Kamu udah bilang makasih belum mz, sama orangtua kamu?

Terus, sekarang kan udah 19 tahun nih, tambah bijaksana ya mz. Dunia perkuliahan ini baru awal. Masih banyak rintangan-rintangan yang lebih berat kedepannya. 

Jangan suka bimbang, labil dan ragu lagi gara-gara cowok, mz. Kurangi sifat cepat geer-mu itu. Aku tahu kamu sudah sering dibuat bingung dan kecewa oleh makhluk Allah SWT yang satu itu, tapi tetap kuat ya, mz. Aku yakin jodohmu tetaplah 'papa' (kalau 'pak direktur' sih milik bersama ya mz, jangan maruk kamu).

Apalagi ya....hmm yaa yang umum aja sih, kayak semoga panjang umur, sehat selalu, rezekinya dilancarkan, dll kamu sebutin aja sendiri, mz. Nanti dari rumah aku amin-in.


Friday, January 16, 2015

The Yellow Jungle : PAS #1

Olaho!!

Apa kabar saudara-saudari ku sebangsa dan setanah air? Baik-baik sajakah? Alhamdulillah kalau semuanya baik-baik saja. 

Sayangnya, justru gue lah yang sedang tidak baik-baik saja. Anda pasti sedang penasaran sekali bukan sekarang? Baiklah mari saya ceritakan......


Gue lupa tanggal berapa, pokoknya hari itu cukup mendung ditambah gerimis-gerimis romantis di FIB UI. Ceritanya, angkatan gue (2014) ditambah beberapa senior dari 2013 dan 2012 berkumpul di cluster / klaster / kelas terbuka buat pemilihan anggota PAS tahun 2015.

PAS sendiri itu adalah Pasific Asia Society. Singkatnya, nanti bakalan banyak orang Korea dateng dan belajar Bahasa Indonesia sekaligus mengajar Bahasa Indonesia. Ga cuma tukeran bahasa, kita juga tukeran semacam ekskul gitu.

Tuesday, January 6, 2015

IP Rendah Bukan Masalah

IP gue gak rendah. Hanya karena judulnya begitu, bukan berarti itu buat gue ya.

Ingat itu!


Ehm, oke, maaf gue sedang sedikit sensitif hari ini. Dari kemaren sih sebenernya. Ga tau juga apa penyebab persisnya. Tapi kalau hari ini...jelas banget ada penyebabnya.

Tadi siang, lagi asik-asiknya main laptop sambil nyampulin novel, tiba-tiba grup BKK rame karena ternyata semua nilai udah keluar. Dari kemaren juga sebenernya udah ada yang keluar, diantaranya MPKTA, PLU sama Bahasa Korea.

Gue senyum liat Bahasa Korea sama MPKTA karena - Alhamdulillah - nilainya huruf awalnya sama kayak nama gue. Turun dikit liat PLU....


JEDDERRRRRRRRRR

Friday, January 2, 2015

2 0 1 5

Sebelum gue mengucapkan selamat tahun baru, ada baiknya kita merenung sejenak dan berdoa untuk pesawat Air Asia QZ8501. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan kekuatan oleh Allah SWT. Semoga korban yang meninggal juga berada dalam lindungan Allah SWT. Amin.


Gak biasanya, tahun baru ini banyak yang berbeda. Terutama buat Indonesia. Kaget aja pas waktu itu habis pulang jalan-jalan dari Lippo, udah ada berita pesawat jatuh. Air Asia pula; yang notabene pesawat yang sering gue naikin kalau jalan-jalan bareng nyokap.

Dan ya, mengingat seringnya gue bepergian pake pesawat, bukan hal yang aneh kalau gue pun sering memikirkan kemungkinan-kemungkinan kayak pesawat jatuh, entah di laut atau di darat. Dua-duanya sih ga enak. Makanya, sebetulnya bagian dari pergi ke luar negeri yang paling gue ga suka adalah naik pesawat. Karena jauh di hati gue yang paaaaaaaaling dalem, gue suka ngerasa parno sendiri. Tapi habis itu gue bakalan pasrah.

'Ya Allah kalau misalnya terjadi apa-apa nanti, saya pasrah' ujung-ujungnya otak gue akan memikirkan hal seperti. Terus pas take off gue bismillah berulang-ulang kali sampai pesawatnya udah terbang dengan stabil. Kalau gue biasanya gitu.

Turbulence sendiri pasti pernah dirasain oleh setiap orang yang naik pesawat. Ga mungkin lo pernah naik pesawat terus ga ngerasain turbulence. Tapi kalau turbulence terhebat? Gue pernah.