Saturday, January 30, 2016

160129 - Petualangan Sehari di Jakarta #6

Kemaren gue ke rumah Laili Nurhasanah, salah satu member Basis Belakang. Bagi yang lupa atau ga tau, Basis Belakang adalah sebutan bagi suatu perkumpulan yang tidak sengaja terbentuk di jurusan BKK 2014.

Ya, kami tidak sengaja terbentuk.

Dulu, alasan awalnya adalah karena seringnya kita berempat duduk di belakang kelas. Walaupun semester kemaren sebagian dari kami sudah banyak yang mulai berubah dan memutuskan untuk duduk di depan, tapi hati kami tetaplah di belakang.


Maksud gue terbelakang.


Ya, selain suka duduk di belakang, kami juga termasuk kumpulan anak-anak invisible di jurusan sendiri. Sudah banyak bukti-bukti menyakitkan yang lebih baik tidak gue ceritakan demi keamanan moral bersama.


Karya ini dibuat dengan sangat indah oleh Maryam.


Yak, balik ke awal, tadi gue nulis apa?

Oh ya, ke rumah Laili.

Jadi diantara kita berempat, Laili lah wanita paling perkasa karena dia PP rumah-kampus-rumah naik motor dan dia suka mengeluh sering masuk angin gara-gara perjalanan PP itu.

Maka, mari kita buktikan sejauh apa perjalanan ke rumah Laili.


Sebenarnya, rencana awal adalah kita semua bakal sleepover aka tidur bersama.


Okay, that sounds wrong.


Tapi, dengan berbagai pertimbangan sedemikian rupa, maka kita batalkan rencana sleepover tadi tapi tetap main ke rumah Laili. 

Karena udara panas Depok sedang ganas-ganasnya, option buat ke rumah Laili naik angkot pun kita lupakan. Sebagai gantinya, kita nyoba naik GrabCar (iya gue akan banyak mempromosikan GrabCar di sini).

Kita nunggu GrabCar nya dateng di depan FH. Setelah percakapan cukup panjang di telepon antara si bapak supir dan Maryam, datanglah mobilnya. Sempat terjadi perebutan tempat duduk sebentar yang berakhir dengan kakak tertua kami, Fidah, duduk di depan bersama si bapak supir.

FYI saja, naik GrabCar ini asik sekali. Mobilnya bersih, dingin dan yang terutama terhindar dari sengatan matahari Depok. Bapak supirnya juga baik banget. Hitungan biayanya sendiri yah ga jauh beda dengan sistem aplikasi kendaraan lainnya yang lagi ngetrend sekarang ini. Emang sih lumayan juga walaupun udah patungan dibandingin naik angkot. Tapi buat yang pengen jalan bareng temen tapi ga tau mau naik apa, jauh dan mementingkan kenyamanan, gue sangat merekomendasikan GrabCar.



Mantap banget nih iklan gue. Seharusnya gue dibayar.



Terimakasih pak telah mengantarkan kami dengan selamat.


Maryam


Kak Fidah


BTW TERNYATA RUMAH KAWAN KAMI, LAILI, ITU JAUH SEKALI. TIDAK HERAN KALAU DIA SERING MENGELUH MASUK ANGIN.

Kita harus berulang kali nelpon Laili buat mastiin lokasi rumah dia. Ya, bahkan bapak supirnya sendiri yang langsung mengoborol dengan Laili. Tapi Alhamdulillah ga beberapa lama kemudian, kita berhasil menemukan rumah Laili yang langsung disambut juga oleh dua teman kami lainnya yang kebetulan sudah sleepover duluan dua hari sebelumnya; Riska dan Imas. Tapi Riska dan Imas, bertepatan dengan kita yang baru sampai, langsung izin pulang karena Riska ada urusan.


Jadilah tinggal kami berempat.

Sebelumnya mari saya perlihatkan sedikit tampilan kamar Laili.









Yak terlihat jelas bahwa Laili adalah penggemar EXO garis keras, atau yang biasa disebut EXO-L.


Seperti biasa, obrolan kita berempat dimulai dengan isu-isu hangat yang tengah berlangsung. Contohnya kehidupan kuliah ( "Tai nih semester 4 bakal susah banget," ), keuangan ( "Tiket EXO mahal banget anjir" ), Cinta ( "Ris, lu punya orang yang bener-bener disuka ga sih?" ) dan tentu saja topik kesukaan kami, membicarakan orang-orang baik dan tidak baik yang ada di sekitar.

Ya, bahkan orang-orang invisible seperti kami pun harus tetap update agar dapat bertahan di dunia perkuliahan yang keras.

Selebihnya ya omongan-omongan intern yang tentu saja gue bakal digiling kalau menceritakannya di sini.

Yang jelas, seru banget sih perjalanan ke rumah Laili kemaren, yang terletak di Cipayung, Jakarta Timur (bagi kalian yang mungkin bertanya-tanya kenapa post ini gue masukkan ke topik Petualangan Sehari di Jakarta).


Wajah bahagia karena sudah kenyang





Pulangnya kita kembali naik GrabCar dan mendapatkan bapak supir yang juga sama baiknya. Karena kecapean, ditambah hujan deras dan AC mobil yang dingin, gue dan Maryam ketiduran. Sayangnya, Fidah terpaksa harus tetep melek (ya, kakak kami itu kembali duduk di depan) demi membantu navigasi sang bapak supir.


Photoshoot sebentar selagi menunggu mobil GrabCar nya datang.




Kenapa sih sok imut banget kak


Terimakasih banyak buat aplikasi GrabCar yang telah membantu banyak dalam perjalanan kami kemarin seharian. Terimakasih juga buat Laili dan segala suguhannya. Saya kenyang.




Next stop : Rumah Kak Fidah.





0 Words from....:

Post a Comment