Sunday, February 22, 2015

150214 - Petualangan Sehari di Jakarta #1

Gue selalu pengen jalan-jalan ke Jakarta.

Not a normal thing to say for opening, but it's true. Gue selalu suka suasana Jakarta (except for the traffic and the dusty roads). Walaupun gue hidup selama 18 tahun di Tangerang, yang notabene bisa terbilang deket dengan Jakarta, tapi gue selalu merasa wah kalau lagi di Jakarta.


Iya, gue kampung, biarin aja.


Dan selama ini kalau jalan sama temen-temen pasti ke mall dong. Dan mall di Tangerang yang gue selalu datengin kalau ga Lippo, Tangcit dan Balekota. Masih banyak sebenernya mall-mall lain di Serpong, kayak SMS, Living World, Mall of Alsut, Teraskota, dll. Sayangnya, lokasi yang cukup jauh dari rumah membuat gue stuck di 3 mall terdekat itu.

Gue pernah mengutarakan keinginan gue buat jalan-jalan di Jakarta ke si Adella. Gue bilang bahwa asik rasanya kalau di kereta dan nyampe Stasiun Sudirman, pasti banyak orang-orang kerja yang turun di situ ( scratch that, lebih tepatnya eksekutif-ekskutif muda; walalupun memang lebih banyak yang sudah tidak muda lagi ).

Akhirnya niatan itu terlaksana hari Sabtu, 14 Februari 2015 kemarin bersama si Nadya.


Semuanya dimulai ketika iseng-iseng gue ikutan kuis KCC di Facebook. Kuisnya gampang, cuma jawab pertanyaan yang jawabannya pun bisa dilihat dari komentar-komentar sebelumnya ( just admit, everyone did it ). Hadiahnya kebetulan waktu itu adalah 2 tiket nonton di Blitz yang filmnya aja gue ga tau apa. Intinya gue cuma asal ikut.

Beberapa hari kemudian - gue bahkan lupa pernah ikutan tuh kuis - waktu buka Facebook lagi dan kebetulan ada pengumuman pemenang tuh kuis. Gue bahkan ga berharap untuk menang, tapi eng ing eng ~

nama gue ada di situ.


That's my name, baby.


Dan untuk ngambil tiketnya, gue harus langsung ke kantor KCC yang terletak di Jl. Sudirman, Jakarta. Tadinya gue minta temenin Dina yang memang akan gue ajak untuk nonton bareng. Sayangnya dia tiba-tiba ga bisa.

Kebetulan hari itu juga - atau seperti biasanya - si Nadya lagi 'ngidam' sesuatu. Ya, teman gue yang satu itu memang suka 'ngidam' tiba-tiba. Di pagi hari saat gue baru sampai kelas, dia lagi anteng mainin hp, liatin foto-foto makanan di Instagram dan bilang kalau dia pengen banget ke tempat-tempat itu.

Dan hari Jumat itu, dia bilang dia pengen banget ke Lotte Shopping Avenue. Di sana dia pengen makan Bingsoo nya Caffe Bene. Karena terletak sama-sama di Jakarta, jadilah dia akhirnya yang nemenin gue.

Paginya kita janjian di Stasiun UI. Perjalanan dilanjutkan sampai Stasiun Sudirman. Dari Stasiun Sudirman, menurut petunjuk yang gue cari di Google dan berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, akan lebih gampang buat sampai di kantor KCC naik Transjakarta. Tapi, hal yang gue lupakan saat gue mencari cara ke KCC adalah; Transjakarta udah ga ada single ticket lagi, sekarang semuanya pakai kartu.

Gue sama Nadya sempet diem cukup lama di Halte Transjakarta untuk merundingkan langkah selanjutnya yang harus diambil. Sebenernya, selain Transjakarta, ada transportasi lain yang bisa dibilang mudah untuk membawa kita ke sana.

Kopaja.

" Apa kita naik kopaja aja ya, Nad? " tanya gue - sambil memperhatikan transportasi berwarna hijau-putih itu dengan tulisan 'KOPAJA' besar-besar di bagian depan - dengan tatapan tidak yakin.

" Ya udaaah, naik kopaja juga bisa kan? " tanya Nadya memastikan sambil googling di hp nya.

" Bisa sih, gue baca kemaren, naik yg nomor 19, nanti turun di Halte Busway Polda. " kata gue, masih sambil memperhatikan Kopaja yang lalu-lalang.


Gue bukannya meng-underestimate kan (?) si kopaja, cuma di mata gue kopaja terlihat........wild.

Ditambah dengan keneknya yang tampilannya 'bermacam-macam'. Untuk ukuran anak rumahan kayak gue, jelas naik kopaja jadi tantangan tersendiri.

Tapi akhirnya setelah tidak menemukan jalan keluar lain, pasrah lah gue berdiri di pinggir jalan bersama Nadya untuk naik kopaja nomor 19. Untungnya ada si Nadya yang aktif nanya-nanya ke abangnya, jadi gue merasa tidak khawatir kita bakal tersesat di Jakarta.

Untuk mengabadikan momen pertama kalinya gue naik kopaja selama 18 tahun hidup di Indonesia, tentu saja kita berfoto dulu ( lebih tepatnya Nadya yang maksa buat foto karena gue terlalu malu. Untung kopaja nya lagi sepi ).









Singkatnya, kita berhasil turun di Halte Transjakarta Polda dengan aman sentosa. Kalau dari situ gue langsung hapal ke KCC nya karena udah lumayan sering ke KCC.

Singkatnya, setelah tiket nonton tuh film gratisan sudah berada di tangan, kita leha-leha dulu, ngadem dulu di KCC. Naik kopaja itu melelahkan ternyata. Ga tau kenapa.















Setelah puas ngadem di KCC, kita keluar dan ternyata langit Jakarta lagi mendung-mendungnya, bahkan udah mulai gerimis. Kita nanya ke satpam di luar, gimana caranya ke Kuningan ( karena Lotte ada di situ ). Tapi sayang, bapak satpam itu bukan google maps; bapak itu tidak tahu.

Berbekal googling ( sumpah, seharian itu Nadya googling terus ), Nadya nyari cara gimana caranya dari KCC ke Lotte Kuningan. Kebanyakan menjelaskan cara ke sana pakai Busway, sedangkan kita pake kopaja.

Apa yang Nadya temuin adalah 'Dari Lotte ke Sudirman'. Berbekal keyakinan 'Ah, paling sama aja', kita puter balik tuh rute jadi 'Dari Sudirman ke Lotte'.

Intinya kita baca rute itu secara terbalik.

Dan hasil dari rute yang terbalik itulah kita jadi muter-muter.

Menurut petunjuk - setelah dibalik - kita pertama naik kopaja sampai di Blok M. Dari Blok M naik kopaja lagi ( gue lupa nomor berapa ) yang lewat Kuningan, dan terakhir dilanjut naik Mikrolet nomor 41 ( atau 40 gitu, gue lupa, pokoknya ada 4 nya ).


Singkat cerita, kita berhasil nyampe di Lotte Kuningan dengan selamat. Namun, apa yang gue ketahui setelahnya ( setelah selesai dari Lotte lebih tepatnya lagi ) adalah bahwa dari KCC sebenernya ga usah capek-capek kita ke Blok M dulu, karena ternyata kopaja yang ngelewatin Kuningan bisa dinaikin dari seberang kantor KCC.

Seberang. Se-be-rang.

Kita bisa tinggal nyebrang.

Bahkan, kalau mau ke Lotte dari UI jauh lebih gampang lagi. Tinggal naik kereta dan turun di Stasiun Tebet dan lanjut naik mikrolet yang tadi itu, nomor 41 atau 40 gitu.

Sangat gampang.



Ga banyak yang kita lakuin di Lotte. Tapi anehnya gue mengeluarkan cukup banyak uang hari itu.

Pertama, makan di Yoshinoya. Kedua, beli 2 buku di Periplus yang diskonnya lagi gila-gilaan, gue seneng banget. Dan ketiga, makan di Caffe Bene.

Harus gue katakan, Lotte bagus banget. Space nya besar jadi ga terasa sempit kayak mall-mall lainnya di Tangerang, yang jalannya aja udah kayak di stasiun karena cukup kecil.

Dan hal yang menurut gue lucu adalah tempat makan yang kecil-kecil kayak cafe atau Starbucks semacamnya, semua ada di Ground Floor, alias lantai paling bawah banget. Dan di situ langit-langitnya ga tinggi so I kinda felt like I was underground. Literally.




Gara-gara foto ini tayang di IG, aku dibilang swag sama temen-temen sd.






"Mba, awas beleknya jatuh"



Nadya, why.....






Tried an emoticon face >_< Didn't work tho












It was fuuuuun karena akhirnya tersampaikan keinginan gue buat jalan-jalan di Jakarta. Walupun the biggest dreamnya belum kesampaian, yaitu pergi ke Grand Indonesia. Ya, gue emang bercita-cita jadi anak super gaul; ya, terserah apa kata kalian.

Jadi... kalau ada di antara kalian yang baca postingan ini dan merasa kasihan sama gue, tolong, tolong banget, ajak gue ke GI.


Trims.

















3 Words from....:

  1. angkot no 44 ya saa bukan 41 ato 42 wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kapan niih ke GI, katanya mau bawa mobil nad ._.



      Ooh... 44....

      Delete